Kemudian pada 7 September, sehari sebelum pembunuhan terjadi, tersangka kembali datang ke lokasi. Lagi-lagi tersangka kesal karena melihat korban memarkirkan kendaraan tersangka dengan cara yang tidak mengenakkan.
Pada 8 September tersangka kembali ke kafe tersebut dengan membawa miras bersama teman-temannya. Kemudian tersangka diminta uang parkir oleh korban. Namun tersangka merasa kesal lantaran motornya berpindah tempat di dekat parit.
"Tersangka kesal dan di situlah terjadi percekcokan mulut. Sempat dilerai, namun tersangka memberontak dan kembali menyerang korban," ujarnya.
Tersangka kemudian mengejar dan menyerang korban yang terjatuh ke selokan. Tersangka dengan penuh emosi lalu menusuk korban sebanyak tiga kali.
"Terkena di tengkuk, bahu kanan, dan punggung sebelah kanan," ujarnya.
Dia mengatakan, kasus pembunuhan ini masih terus dalam pendalaman oleh penyidik. Dalam rekonstruksi juga dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri Pontianak.