Harisson mengatakan, hal ini perlu diingatkan kembali karena pihaknya melihat masyarakat menganggap masa kenormalan baru ini, semua aktivitas boleh dilakukan.
Dia mencontohkan, meski sudah diminta untuk tidak menggelar resepsi pernikahan, masih saja ada masyarakat yang menggelar pesta di tengah pandemi Covid-19 dengan bersalaman, bahkan berpelukan pada saat resepsi saat menerima tamu.
"Ini tentu sangat riskan karena bisa menjadi klaster baru dari penyebaran Covid-19. Karena di daerah lain banyak klaster baru bahkan sudah ada yang meninggal setelah menghadiri resepsi perikahan," tuturnya.