BSSN Gandeng BPJS Tangani Kebocoran Data 279 Juta Penduduk

Dimas Choirul
Ilustrasi: data pribadi 279 juta penduduk Indonesia bocor di internet. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggandeng BPJS Kesehatan untuk menangani kebocoran data pribadi 279 juta penduduk Indonesia. Data itu dijual online oleh akun bernama Kotz di Raid Forum

"Tim BSSN bersama tim BPJS sedang bekerja untuk proses pananganan insiden ini," kata Juru Bicara BSSN Anton Setiawan kepada MNC, Senin (24/5/2021).

Dia mengatakan, BSSN dan BPJS Kesehatan tidak menetapkan tenggat waktu dalam proses penanganan kebocoran tersebut. Namun dia berharap hasilnya bisa selesai dalam pekan ini.

"Tidak ada (tenggat waktu), tapi mudah-mudahan secepatnya. Semoga dalam minggu ini, ya," tuturnya.

Dia menjelakan, ada dua cara yang bisa dilakukan agar kejadian data bocor tak terulang lagi. Pertama yakni mitigasi resiko yang ditimbulkan, dan kedua penguatan sistem.

"Yang utama adalah mitigasi dari risiko yang mungkin timbul dan perkuatan dari sistem," tuturnya.

Data-data yang bocor dan diperjual belikan itu mencakup nomor KTP, gaji, nomor telepon, alamat dan email, bahkan data orang yang sudah meninggal.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ratusan Buruh Demo di Mojokerto, Tuntut Pengaktifan BPJS Kesehatan

57 tahun lalu

Viral Pernyataan Wali Kota Denpasar soal Penonaktifan PBI BPJS, Mensos: Menyesatkan dan Hoaks

57 tahun lalu

100 Persen Penduduk Terdaftar Peserta JKN, Badung Raih Penghargaan UHC Kategori Utama 2024

57 tahun lalu

Gegara Tak Bawa Kartu BPJS, Warga Adu Mulut dengan Pegawai Puskesmas Tanjung Marulak

57 tahun lalu

Ratusan Kades dan Perades di Brebes Demo Tuntut Kenaikan Alokasi Dana Desa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal