"Terpenting saat ini adalah aktualisasi nilai pancasila yang dikedepankan dalam kehidupan sehari hari, agar bermanfaat bagi individu, keluarga, tetangga sekitar dan manfaat bagi negaranya.” ujarnya.
Selain itu, Fahrurozi juga menuturkan kalau menggali kebutuhan masyarakat terutama anak anak bisa melibatkan kearifan lokal contohnya seperti permainan tradisional yang dipunyai Indonesia.
"Kita harus memahami dan menggali apa yang dibutuhkan masyarakat terutama anak anak dan melibatkan kearifan lokal dan budaya supaya mudah dipahami," tuturnya.
Fahrurozi menyebut cara membumikan pancasila adalah prioritas bagi generasi muda dan penerus bangsa. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden untuk menyasar generasi muda sekitar 129 juta dari penduduk Indonesia. Tentu melalui program keguatan yang menjadi minat bagi generasi muda seperti pembuatan film, kuliner, olahraga.
Untuk itu, ujar Fahrurozi saat ini BPIP sangat memperhatikan minat dan kebutuhan generasi milenial dengan melakukan kolaborasi kegiatan yang meluas dengan kelompok-kelompok dan komunitas anak muda yang ada di masyarakat sebagai bagian pasukan pengendalian Pembinaan Ideologi Pancasila yang memiliki keanggotaan yang meluas di seluruh wilayah Indonesia seperti PPI, IPPNU, IPNU, IPM dan KB-PP Polri.
"Di era digitalisasi ini dan dalam masa pandemi Covid 19, kita bisa melakukan pendekatan dengan komunitas melalui pembuatan konten-konten positif untuk mengajak masyarakat berfikir kreatif dan membangun kebersamaan serta toleransi tanpa menyebarkan ujaran kebencian,” tutupnya.