Kendati demikian banjir yang merupakan jenis bencana hidrometeorologi basah tersebut seharusnya dapat dicegah dengan berbagai upaya.
"BNPB sejak dari awal telah mengingatkan para BPBD untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana hidrometeorologi basah dengan mitigasi, baik itu jangka pendek maupun jangka panjang. Kita harus siaga terus," ujar Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito dalam kunjungan ke Sintang, Selasa (10/11/2021).
Dia juga mengingatkan, pada November 2021 hingga Februari 2022 sebagian besar wilayah di tanah air mengalami fenomena La Nina. Kondisi ini dapat memicu terjadinya peningkatan frekuensi dan intensitas curah hujan dari 20 persen hingga 70 persen.