Menurut dia, ritual tersebut sebenarnya bertujuan untuk buang sial. Karena Sunarto sebelumnya dianggap telah meninggal dunia, bahkan fisiknya sudah dimakamkan oleh keluarga.
"Jadi di badannya itu, dia akan merasa pegal-pegal dan gampang lemas," ujar kiai desa setempat, Ali Yamin.
Ritual ini berlangsung di rumah Sunarto mulai dari Rabu (9/10/2019) malam hingga Kamis (10/10/2019) dini hari. Sebab, prosesi buang ayam di jalan raya harus dilakukan pada tengah malam.