“Kami makan ikan laut, kami goreng dan makan jam 9 malam. Yang makan saya dan teman saya. Tiba-tiba kami muntah-muntah dan dilarikan ke sini. Teman saya meninggal,” kata Muhaimin, Senin (4/2/2019).
Direktur Utama RSUD dr R Koesma Tuban Saiful Hadi menjelaskan, pihaknya telah merawat kedua korban begitu dibawa ke rumah sakit. Namun, satu korban bisa diselamatkan sedangkan satu meninggal dunia.
Kedua korban diduga keracunan senyawa kimia. Ini terlihat dari tanda-tanda yang dialami pasien, yakni sakit kepala dan merasa kesemutan. Meski demikian, untuk memastikan penyebab pasti keracunan tersebut, Dinas Kesehatan Pemkab Tuban masih memeriksa makanan yang dikonsumsi kedua korban.
“Melihat gejala klinisnya, ini keracunan bahan kimia. Tapi, untuk mengetahuinya, Dinas Kesehatan Pemkab Tuban masih melakukan pemeriksaan,” kata Saiful Hadi.
Kasus keracunan telur ikan laut yang memakan korban jiwa ini juga ditangani Kepolisian Resor (Polres) Tuban. Polisi masih melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi.