"Harapan kami, rayakan Natal layaknya kami merayakan Hari Raya Idul Fitri. Jadi berikan rasa nyaman pada saudara-saudara kita. Inilah Indonesia, keberagaman dan kebinekaan tetap kita jaga," tuturnya.
Menurut dia, dengan merasa nyaman, maka keimanan seseorang bakal terbebas dari rasa ketakutan. Sebab, ketakutan justru bisa menimbulkan rasa permusuhan dan kebencian.
Ketua Panitia Natal, Teresia Mariani mengungkapkan, pohon Natal di Gereja Katolik Kristus Raja Surabaya tersebut untuk mengingatkan warga gereja agar tetap menjaga 3M di masa pandemi Covid-19, yakni memakai masker, menjaga jarak dan memcuci tangan dengan sabun.
"Perayaan Natal di era pandemi ini harus tetap menjaga 3M," ujarnya.
Dia mengatakan, setelah pelaksanaan Hari Raya Natal selesai, 1.000 masker dan hand sanitizer di pohon Natal akan dibongkar dan dicuci bersih. Selanjutnya, masker dan hand sanitizer itu dikemas untuk sumbangkan ke panti asuhan.