Pengakuan Sodikin, sales itu rata-rata menawarkam mobil mewah. Mereka juga menawarkan property seperti rumah mewah dan apartemen. Bahkan, banyak juga yang menawarkan asuransi jiwa maupun barang mewah.
"Tidak peduli rumah yang bagus atau biasa, semuanya dimasuki dan ditawari," katanya.
Kehadiran para sales itu, lanjut Sodikin, mulai membuat warga resah. Sebab, para salea itu masuk ke rumah. Bahkan, rumah yang tidak ada orangnya langsung dibuka dan dimasuki.
"Sehari bisa lima kali lebih. Padahal, dulu paling satu kali sebulan," ujar laki-laki yang kuliah di Universitas Ronggolawe itu.
Warga lainnya dari Rt 2, Suwardi menambahkan, pihak desa merespons keresahan warga di antaranya dengan membuat peraturan yang tertuang dalam Perdes 2/2021.