Kehadiran beragam pihak dalam forum tersebut dimaksudkan untuk bisa saling berdiskusi, memecahkan masalah dari hulu hingga hilir. Sehingga kolaborasi semakin menguat dan tujuan utama dapat benar-benar tercapai. Selain itu, dalam forum tersebut juga terungkap perihal penyebab utama kasus stunting di Kota Mojokerto. Bukan perihal ekonomi, melainkan kurangnya pengetahuan terkait kebutuhan gizi anak.
“Saya juga mendapati, orang tua muda saat ini tidak memiliki awareness yang tinggi untuk mengasuh anak-anaknya. Jadi pola asuh yang diberikan tidak baik,” tuturnya.
Dia sangat menyesalkan sikap yang demikian di tengah upaya serius pemerintah dalam penanganan gizi buruk, di antaranya seperti melalui program Kelompok Wanita Tani (KWT), motivator kesehatan di tiap kelurahan, dan kelompok usaha ketahanan pangan.
Sehingga pihaknya sangat berharap para pihak yang hadir dalam forum tersebut dapat lebih menggencarkan edukasi pada kalangan muda. Mengingat betapa pentingnya masa depan bangsa di tangan generasi pemuda.
“Goal sesungguhnya adalah menyiapkan generasi unggul untuk Indonesia ke depan. Sehingga Indonesia dapat menjadi bangsa yang maju dan bersaing di kancah global,” ujarnya.
(CM)