Kemudian, Kasubdit Fasilitasi KDH dan DPRD Wilayah IV, Dit Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD, Ditjen OTDA Kemendagri L. Saydiman Marto, Direktur Fasilitasi Kelembagaan Kepegawaian dan Perangkat Daerah Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri Cheka Virgowansyah, serta Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute dan Pakar Komunikasi Politik UIN Jakarta Gun Gun Heryanto.
Penghargaan Historical Tourism ini didapatkan dari konsistensi Ning Ita membangun wisata sejarah di Kota Mojokerto. Pasalnya, kota yang ada di Jawa Timur tersebut merupakan ibu kota dari Kerajaan Majapahit.
Ning Ita mengatakan, Kota Mojokerto bagian dari ibu kota kerajaan Majapahit abad ke-13, maka berupaya untuk membangkitkan kembali kebesaran kerajaan majapahit itu melalui tourism yang ada di Kota Mojokerto.
“Dengan konsistensi inilah yang membawa Mojokerto, kota sebagai pusat kerajaan Majapahit lebih dikenal kembali dan kami membawa Kota Mojokerto dengan membawa spirit of Mojopahit, sehingga desain-desain kearifan lokal dalam desain Mojopahit tadi tergambar di hampir setiap area publik Kota Mojokerto,” tutur Ning Ita.
Lanjutnya, keunikan inilah yang kami angkat kembali, sehingga harapannya ke depan Kota Mojokerto bisa menjadi Kota Pariwisata berbasis sejarah dan budaya Mojopahit.