“Saya bangga dengan pengusaha Surabaya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Semoga ini adalah awal yang baik dari gotong royong kita untuk bersama melewati masa pandemi Covid-19,” katanya.
Dia juga berharap bagi para tamu undangan yang menjadi bapak atau ibu asuh satwa maka, upaya itu akan menjadi ladang pahala dan amal jariyah. Sebab satwa-satwa itu akan memperoleh pakan dengan standar nutrisi yang terjaga, akses perawatan medis dan berlandaskan kaidah konservasi.
“Semoga kebaikan panjenengan (anda) akan tercatat sebagai amal jariyah dan menjadi ladang pahala bagi anda semuanya,” katanya.
Mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bapekko) ini menegaskan, akan terus mempercantik KBS. Bahkan, beberapa waktu lalu dia telah berkomunikasi dengan perguruan tinggi untuk berkolaborasi. Beberapa di antaranya dengan Universitas Airlangga (Unair) dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH).
“Insya Allah mahasiswa datang ke sini praktik membantu memeriksa satwa secara berkala. Di sini ada 212 spesies dan lebih dari dua ribu satwa,” katanya.
Tidak hanya itu, dia pun mengaku juga telah berkoordinasi dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) akan membuat pertunjukkan tampilan tiap akhir pekan yakni kesenian dari mahasiswa Seni Drama Tari Musik (Sendratasik).