Aksi tiga gadis itu menuai reaksi dari netizen. Mereka menilai aksi joget di acara wisuda santri sangat tidak pantas.
“Ya, saya mengecam aksi joget itu, apalagi di acara wisuda santri. Sangat tidak pantas,” kata warga Pasuruan, M Mahfud, Rabu (16/3/2022).
Kepala Madrasah Diniyah Al Kharim 2, Misbahuddin dikonfirmasi via telepon membenarkan kejadian itu di sekolahnya.
Menurut dia, kejadian joget dilakukan tiga gadis itu di luar agenda wisuda. “Mereka spontan melakukan joget tersebut direkam penonton,” ucapnya.
Meski begitu,Misbahuddin meminta maaf kepada masyarakat atas kelalaian panita telah terjadi joget tiga gadis tersebut danakan melarang keras joget di acara berikutnya.