Vinda mengungkapkan bahwa kasus ini menjadi pembelajaran bagi Unesa untuk terus memperbaiki pengelolaan kegiatan kemahasiswaan.
“Ini menjadi evaluasi penting bagi Unesa, kami ucapkan terima kasih atas segala perhatian pada kasus ini. Ke depan, kami akan terus mengupayakan suasana pembelajaran yang kondusif dan nyaman bagi mahasiswa,” katanya.
Diketahui, potongan video berisi seorang mahasiswi Unesa berjilbab dibentak tiga orang seniornya viral di media sosial. Dugaan perpeloncoan ini terjadi mahasiswi tersebut tidak menggunakan ikat pinggang.