Viral Kaca Rumah Warga di Malang Dilakban akibat Sound Horeg, Polisi Bilang Begini

Avirista Midaada
Tangkapan layar kaca rumah warga di Kabupaten Malang dipasangi lakban mengantisipasi kaca pecah kena suara sound horeg. (Foto: MPI/Avirista M)

Tapi dia mengakui biasanya dalam pawai budaya itu ada rombongan sound horeg yang biasanya turut berpartisipasi. Tapi baginya sound itu tidak mengganggu keamanan dan ketertiban umum serta secara aturan tidak boleh lebih 60 desibel.

"Kami tidak melarang seni budaya karena itu bentuk cinta tanah air, cuma intinya kami imbau jangan merusak suasana kemerdekaan dengan mengganggu hak orang lain. Selama tidak menyangkut tindak pidana dan kamtibmas terkait sound horegnya sendiri yang 60 desibel itu Satpol PP," ucapnya.

Dicka menambahkan, bila ada kaca atau kerusakan yang terjadi biasanya sudah dikomunikasikan dengan panitia penyelenggara, seperti yang pernah terjadi di Wagir dan sempat viral.

"Seperti yang di Wagir itu pecah juga ternyata sama panitia sudah diganti. Tapi masuk di media sosial, ketika petugas dari Polsek mendatangi rumah itu yang kacanya pecah tidak menuntut apa-apa. Jadi sampai hari ini terkait adanya laporan rumah warga sampai saat ini belum menerima laporan," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @kepoin_trending memperlihatkan kaca rumah dilakban diduga akibat menghindari kerusakan getaran sound horeg. Pada unggahannya disematkan keterangan video 'Warga di Malang Pilih Pasang Lakban Hindari Kaca Pecah saat Sound Horeg'.

Pada unggahan itu tertuliskan lokasi kejadian berada di Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Kegiatan sound horeg itu merupakan rangkaian pawai untuk memeriahkan HUT ke-79 RI dengan menggunakan sound system.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Evakuasi Pendaki Ilegal Jatuh ke Jurang Gunung Semeru Terkendala Peralatan

57 tahun lalu

Konten Pocong Meresahkan Viral di Jember, Emak-Emak Ditangkap Polisi

57 tahun lalu

Gempa Bumi Hari Ini Guncang Malang Jatim, Cek Kekuatan Magnitudonya!

57 tahun lalu

Dipukul Preman Terminal Bangkalan, Perempuan Penjaga Loket Karcis Bus Lapor Polisi

57 tahun lalu

Kronologi Perempuan Dipukul Preman di Terminal Bangkalan, Berawal Percekcokan Anak Korban

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal