Saat ditanya alamat rumah dan domisili, Stefanus mengaku hanya kos dan enggan menunjukkan alamat kosnya.
Mantan murid Stefanus, Indah mengatakan, pertama kali diberi kabar teman-temannya jika sesekali bertemu gurunya di Terminal Tawang Alun Jember saat mengamen dari bus ke bus antara kota.
Karena penasaran, dia kemudian menyuruh adiknya yang juga bersekolah di tempat yang sama untuk mengecek keberadaan mantan gurunya itu. “Saat dicek, ternyata benar Pak Stefanus sedang duduk di tempat tunggu penumpang terminal,” ujarnya, Minggu (7/7/2024).
Indah mengaku sudah 45 tahun tak bertemu gurunya tersebut dan pertemuan ini menjadi paling bahagia lantaran sosok sang guru tersebut dikenal hangat, suka menolong, dan pandai.
“Pak Stefanus itu asalnya dari Ambon (Maluku) dan mengajar di SD Aleteya Jember, 45 tahun silam,” katanya.
Indah menambahkan, gurunya tersebut tidak memiliki anak dan menyendiri dengan cara kos. Meski hanya sebentar, pertemuan itu menyiratkan rasa bahagia antara mantan murid dan guru.