Pascaviralnya video penembakan itu, jajaran penyidik dan penyelidik Polres Malang juga telah mencoba mengklarifikasi dengan menggunakan sarana IT di Direktorat Krimsus. Polisi menyelidiki akun yang pertama kali mengunggah video hoaks itu dan melakukan patroli cyber di medsos.
Jajaran kepolisian juga mendatangi Ponpes Thoriqul Jannah di Desa Babadan untuk mendapatkan klarifikasi dan baket awal tentang kebenaran kejadian di video tersebut. Hasilnya, video itu tidak benar.
“Jadi, satu video itu hoaks dan satu video klarifikasi,” ujarnya.
Polda Jatim juga membentuk Tim Gabungan Direktorat Intelkam Direktorat Krimsus Direktorat Krimum dan Polres Malang untuk segera menemukan keberadaan Gus Idris.
“Kami juga akan terus mengimbau, khususnya kepada teman-teman di pesantren bahwa sebetulnya Gus Idris itu tidak terluka atau tidak meninggal,” kata Kabid Humas Polda Jatim.
Diberitakan sebelumnya, sebuah akun media sosial mengunggah video penembakan yang diduga Gus Idris dan mengalami kesakitan dan berdarah-darah kemudian dimasukkan mobil putih.