“Klaksonnya sudah bunyi keras, tapi tiba-tiba brak! Tubuh korban terpental beberapa meter. Warga langsung berhamburan ke lokasi,” katanya.
Benturan keras membuat tubuh korban mengalami luka serius di beberapa bagian. Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami patah bahu kanan, mata kaki kanan terlepas, dan daun telinga kanan hilang.
Kapolsek Krian Kompol IGP Atmagiri membenarkan kejadian tersebut. Dia menjelaskan, korban tertabrak kereta api Mutiara Selatan yang melaju cepat dari arah Surabaya menuju Bandung dan meninggal dunia seketika di lokasi kejadian.
“Jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Anwar Medika, Balongbendo, untuk dilakukan visum,” ujar Kompol Atmagiri, Rabu (15/10/2025).
Setelah kejadian, Kereta Api Mutiara Selatan sempat berhenti di kilometer 37+700 untuk pengecekan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan. Petugas kepolisian juga langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sering meninggalkan rumah tanpa pamit dan pernah ditemukan berkeliaran di sekitar area persawahan.