"Korban sempat terseret hingga 25 meter, kemudian tubuh korban terpental ke tembok pagar rumah Sodikin. Tidak ada bekas remnya dan memang benturannya itu keras," kata Nawawi.
Menurut Nawawi, kecelakaan itu diduga dipicu sakit yang diderita Sodikin kambuh. Saat, Sodikin mengendarai mobil tersebut, laju mobil menjadi tidak terkendali dan menyebabkan kecelakaan maut itu.
"Katanya sakit yang diderita oleh Shodik kambuh sehingga gas mobil ini diduga keinjak. Akhirnya dia tak mampu mengendalikan lalu nyelonong ke arah korban," kata Nawawi.
Kanit Laka Satlantas Polresta Mojokerto Ipda Lukman mengungkapkan, kecelakaan maut yang terjadi di Dusun Berat Utara, Desa Beratkulon itu, kini tengah ditangani pihak kepolisian. Sementara korban sudah dievakuasi ke rumah sakit.
"Ini sudah kami tangani, mobil juga sudah kami amankan. Untuk pengendara mengalami luka pada bagian kepala dan kini masih dirawat di rumah sakit," kata Lukman.
Menurutnya dari olah tempat kejadian perkara, kejadian tersebut dikarenakan pengendara mobil kurang konsentrasi. Akibatnya mobil menjadi tidak terkendali dan mengakibatkan kecelakaan maut yang merenggut nyawa Parti.
"Saat kejadian, apakah penyakit si pengemudi ini kambuh, masih kami selidiki. Kami belum bisa menyimpulkan terkait dengan kepastian penyebab kecelakaan itu," kata Lukman.