Dalam keterangannya, Budi Irawan menegaskan bahwa jumlah korban dalam insiden Ponpes Al Khoziny melampaui seluruh bencana alam dan non-alam yang terjadi di Indonesia tahun ini, termasuk banjir bandang dan gempa bumi di Poso.
“Bahwa korban inilah, korban yang terbesar di tahun ini dari satu bangunan. Dari bencana-bencana alam maupun non-alam yang terjadi di tahun 2025 itu tidak ada korban yang meninggal sebanyak yang ada di Sidoarjo,” ucapnya.
Tragedi ini menjadi pukulan berat bagi dunia pendidikan Islam dan penanganan bencana di Indonesia, mengingat sebagian besar korban merupakan santri muda yang tengah beribadah saat musala ambruk pada Senin (29/9/2025) sore.
Sementara itu, Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengonfirmasi bahwa hingga pukul 03.34 WIB, total korban yang ditemukan mencapai 54 orang, termasuk 5 bagian tubuh.
“Update terakhir tadi pada pukul 03.34 WIB, kita telah menemukan satu jenazah lagi sehingga menurut perhitungan kami kita peroleh dari 54 jenazah, plus di dalamnya ada 5 body part, jadi 54 termasuk di dalamnya 5 body part, jadi yang utuh 49 jenazah,” kata Yudhi.