Selain korban meninggal, hingga pukul 22.00 WIB pada Rabu malam, tim SAR juga berhasil mengevakuasi lima orang dalam kondisi selamat. Satu korban di antaranya dalam kondisi kritis dan harus segera mendapat penanganan medis di RSUD Sidoarjo.
“Satu orang dalam keadaan kritis dan memerlukan penanganan medis khusus. Seluruh penyintas itu segera dilarikan ke RSUD Sidoarjo,” ucapnya.
Menurut Abdul, evakuasi korban tidak mudah karena kondisi reruntuhan bangunan sangat labil. Posisi korban yang masih terjebak berada di titik sulit, sehingga penggunaan alat berat dikhawatirkan justru menambah risiko.
“Dalam kondisi ini, penggunaan alat berat berpotensi menambah risiko semakin tinggi. Apabila dipaksakan, dikhawatirkan justru mengancam nyawa korban maupun petugas,” katanya.
Karena itu, tim SAR terus melakukan asesmen ulang untuk memastikan tanda-tanda kehidupan. Apabila korban yang masih hidup terdeteksi, evakuasi akan dilakukan dengan strategi khusus agar aman bagi semua pihak.