Hal ini juga dipastikan dengan tidak ada jejak pengereman bus yang ada di lokasi Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Pattimura, berlanjut ke Jalan Ir Soekarno, Kota Batu. Di jalan-jalan itu bus terus melaju hingga radius kurang lebih 3 kilometer dari titik awal pertama benturan dengan kendaraan mobil.
"Penelusuran awal dari bus tersebut memasuki ruas jalan ini kita tidak menemukan jejak atau bekas pengereman," ucapnya.
Padahal di Jalan Imam Bonjol itu kata Komaruddin, elevasi kemiringannya mencapai 5-7 derajat yang membuat kendaraan besar seperti bus rentan mengalami kecelakaan jika rem tidak berfungsi.
"Kemiringan di sini elevasinya sekitar antara 5 sampai dengan 7 derajat. Jadi cukup curam dengan tanpa ada pengereman, tentunya akan berakibat fatal bagi kendaraan-kendaraan yang ada di depannya untuk," katanya.
Namun pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kelayakan fungsi jalan bus dan administrasinya. Saat ini sopir dan kru bus dimintai keterangan di Mapolres Batu.
"Kami masih dalami olah TKP awal terkait dengan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus Sakhindra Trans," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Bus Pariwisata Sakhindra Trans bernopol DK 7942 GB menabrak sejumlah kendaraan di antara Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Ir Soekarno di Kota Batu sepanjang 3 kilometer pada Rabu (8/1/2025) pukul 19.15 WIB. Sebanyak empat korban tewas di lokasi kejadian yang merupakan dua pengendara motor terdiri atas pasangan suami istri (pasutri) dan balita berusia 3 tahun serta satu pemotor lainnya.