Tolak Silaturrahim Khofifah, Netralitas PWNU Jatim Dipertanyakan

Ihya Ulumuddin
Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah (dua kiri) dalam sebuah kesempatan di Jatim. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

Gus Hans juga enggan berspekulasi atas keputusan yang terkesan tidak konsisten tersebut. Gus Hans berharap agar PWNU Jatim bersikap adil kepada seluruh calon yang ada. “Saya berharap semua calon tidak diterima dua-duanya. Biarlah orang yang menilai, karena Ibu Khofifah itu inginnya, mau turun ke bawah setelah sowan dulu ke orang tuanya (PWNU),” tandasnya.

Kendati demikian, sikap PWNU Jatim ini memantik kritik dari berbagai pihak. Mustasyar PCNU Kota Surabaya, KH Asep Saifuddin Chalim misalnya menilai penolakan terhadap permohonan silaturahim Khofifah itu sebagai cerminan sikap keberpihakan terhadap salah satu pasangan calon.

“Saya tidak kaget dengan penolakan ketua PWNU terhadap niat Bu Khofifah bersilaturahim. Itu menunjukkan keberpihakan yang bersangkutan pada calon tertentu. Biar publik yang menilai terhadap penolakan itu,” tutur pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet itu.

Selain itu, lanjut Kiai Asep, sikap Kiai Mutawakkil menunjukkan tipe pemimpin yang tidak konsisten dan kontraproduktif, serta membuat warga NU maupun masyarakat Jawa Timur semakin antipati. “Sikap itu kontraproduktif,” tandas Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

Kenyataannya, tambah Kiai Asep, kini kiai-kiai yang mendukung Khofifah-Emil semakin bertambah. Mereka yang tadinya netral sesuai arahan PBNU, justru berubah mendukung Khofifah. Hal itu karena merespons sikap ketua PWNU yang mendukung secara terbuka dan mendorong Nahdliyin memilih Saifullah Yusuf-Puti Guntur. Apalagi kini ditambah sikap Kiai Mutawakkil yang tak konsisten dan diskriminatif. “Sikap berat sebelah itu malah membuat kiai pendukung Khofifah bertambah banyak, baik di struktural maupun non-struktur NU,” katanya.

“Saya punya datanya, yang jelas tidak semua kiai pendukung Khofifah bersikap vulgar memperlihatkan dukungannya. Tapi dukungan mereka sangat konkret dan nyata,” imbuh salah seorang kiai pendukung Khofifah-Emil tersebut.

Perlu diketahui, pada 5 Februari lalu, Khofifah berkirim surat ke PWNU Jatim. Surat berisi permohonan silaturrahim dan memohon doa restu untuk maju di Pilgub Jatim.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

PWNU Jatim Belum Putuskan Sound Horeg Haram, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Dapat Nomor Urut 2, Khofifah Yakin Pertanda Akan Melanjutkan Pimpin Jatim

57 tahun lalu

Profil Luluk Nur Hamidah, Calon Gubernur Jatim Diusung PKB

57 tahun lalu

Weekend Story: 3 Srikandi Bertarung di Pilgub Jatim, Siapa Menang?

57 tahun lalu

Pilgub Jatim, Gibran: Tinggal Tunggu Kode Ibu Khofifah Kapan Saya Turun Langsung Kampanye

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal