Novita juga mengatakan, secara karakteristik hutan Gunung Semeru mendukung habitat dua elang itu untuk hidup bebas. Sebab kedua elang tersebut memiliki kebiasaan terbang melintas pada ketinggian 600-2000 mdpl.
Menurut survei TNBTS, setidaknya saat ini ada 35 ekor elang Jawa yang hidup di hutan Gunung Semeru. Untuk membuktikan dua elang yang baru dilepas liar, pihak TNBTS dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi monitoring terhadap kedua satwa tersebut.
Harapannya setelah kedua elang sudah terbiasa hidup di alam liar bisa berkembang biak, sehingga spesies itu terhindar dari ancaman punah.
Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati, berharap sepasang elang tersebut bisa bertahan dan berkembang biak di hutan Semeru. Karena itu dia meminta warga agar tidak menangkap dan memelihara elang karena termasuk satwa yang dilindungi.
"Biarkan satwa-satwa ini terbang bebas di alamnya. Karena kalau elang ini ditangkap maka ekosistem kita (manusia) juga terganggu," ujarnya usai melepasliarkan elang siang tadi.