Dari data yang dihimpun, jumlah buruh migran asal Kabupaten Blitar pada tahun 2019 sebanyak 4.389 jiwa. Dari jumlah tersebut, separuh di antaranya berada di Hongkong dengan alasan gaji lebih sejahtera.
Terkait kemungkinan adanya permintaan masker dari buruh migran di luar Hong Kong, Rijanto mengatakan, masih melihat perkembangan. Mengingat stok masker di wilayah Kabupaten Blitar yang terbatas, dia menegaskan tidak mau gegabah.
Rijanto khawatir jika banyak masker dikirim ke luar negeri, di Blitar malah akan terjadi krisis masker. Situasi itu akan merepotkan ketika datang bencana yang membutuhkan masker dalam jumlah besar.
“Kami harus hati-hati. Jadi kalau banyak kami keluarkan, pas ada bencana kami kerepotan juga,” kata Rijanto.
Rijanto juga mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan mengenai buruh migran asal Blitar yang sakit atau terindikasi terinfeksi virus korona. Sejauh ini, Pemkab Blitar terus mengeluarkan imbauan kepada buruh migran untuk terus menjaga pola hidup sehat.
“Kami terus mengimbau untuk waspada dan menjaga pola hidup sehat. Salah satunya dengan menggunakan masker,” kata Rijanto.