Machfud menceritakan, dirinya tidak menduga terkonfirmasi positif Covid-19. Sebab, selama ini tidak mengalami gejala klinis apa pun. Hanya saja beberapa waktu lalu suaranya parau. Hal itu terjadi karena mobilitas yang tinggi. Saat itu, setiap hari dia berkeliling menemui warga hingga sembilan titik per hari.
“Kemudian, ada satu anggota tim yang biasanya mengikuti kegiatan sapa warga, istrinya sakit dan dirawat di rumah sakit. Ternyata anggota tim itu juga ikut sakit (positif Covid-19),” katanya.
Karena itu, dia berinisiatif melakukan rapid test dan hasilnya nonreaktif. Saat itu, dokter pribadinya menyarankan tidak perlu melakukan tes swab karena tidak ada gejala klinis. Apalagi, hasil foto thorax dan laboratorium juga bagus. Namun, dengan inisiatif sendiri, Machfud melakukan tes swab dan hasilnya positif.
Diketaui, KPU Surabaya akan melanjutkan agenda pemeriksaan kesehatan untuk paslon Machfud-Mujiaman pada 18-19 September. Syaratnya, Machfud sudah sembuh dari Covid-19.