Banyak dari bangunan suci itu tak lagi memiliki sisa arkeologis. Bahkan, desa tempat bangunan tersebut pernah berdiri kini tidak lagi dikenal atau sudah berubah nama.
Prapanca mencatat nama-nama desa dan letak bangunan secara rinci. Namun waktu dan perubahan zaman membuat banyak lokasi itu musnah dari ingatan kolektif.
“Sebagian besar bangunan yang dicatat Prapanca tak lagi ditemukan secara fisik,” kata Slamet Muljana.
Dalam Nagarakretagama juga termuat Lapangan Bubat, lokasi terkenal dalam sejarah perang antara Majapahit dan Kerajaan Sunda. Prapanca menyajikan informasi mengenai fungsinya secara terperinci.
Dia juga menjabarkan struktur keraton: halaman, taman hingga tempat pemujaan. Pengetahuannya yang luas memperlihatkan bahwa kitab ini bukan sekadar sastra, tapi juga dokumen geografi budaya.