"Jadi kalau Musda ini pada akhirnya melahirkan satu keputusan yang memilih pemimpinnya secara aklamasi, maka itu adalah cara kita berdemokrasi. Cara Partai Golkar berdemokrasi. Golkar Jatim kita urus dengan cara Jatim," katanya.
Meski demikian, ZA menghargai para kader yang sebelum Musda sudah mendapatkan dukungan dari berbagai komponen. Mulai Sahat (sekretaris Golkar Jatim/wakil ketua DPRD Jatim), Gatot (anggota DPR RI), serta kader lainnya yang tidak secara terbuka menyampaikan keinginannya untuk menjadi ketua Golkar Jatim.
"Tetapi kita mengelola partai dengan enak. Kalau bahasa anak muda sekarang, kita atur partai ini asik aje gitu ya. Tidak perlu harus ribut, tidak perlu kita harus berantem," katanya.
Lebih baik, kata Zainuddin, energi disimpan untuk urusan 19 Pilkada di Jatim yang sudah di depan mata, serta berkonsentrasi untuk membangun partai ini lebih baik lagi ke depan.
Sementara itu, sejumlah tokoh penting hadir di acara Musda Golkar Jatim tersebut. Mereka antara lain Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung, Wakil Ketua Umum DPP Golkar Nurul Arifin, serta sejumlah ketua partai politik di Jawa Timur.