Sebelum beranjak pada tata caranya, perlu diketahui bahwa i’tikaf harus dilakukan oleh orang Islam yang sudah baligh dan berakal serta terbebas dari hadas kecil dan hadas besar.
Jika ia sedang berhadats kecil, maka diharuskan wudhu terlebih dahulu sebelum masuk masjid. Namun jika sedang berhadats besar, orang tersebut diharuskan untuk mandi wajib terlebih dahulu.
Setelahnya, seorang muslim bisa langsung memulai ibadah i’tikaf dengan niat. Berikut ini adalah bacaan niat
i’tikaf tanpa terikat waktu.
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى
Nawaitu an a’takifa fii hadzaal masjidi lillahi ta’ala.
Artinya: Aku berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah.
Di masjid, berbagai ibadah bisa dilakukan, seperti membaca Al-Qur'an, berdzikir, salat sunnah, dan lain sebagainya. Kegiatan peribadatan tersebut dilakukan sekurang-kurangnya selama tuma'ninah shalat.
Saat seorang Muslim beri’tikaf lalu keluar masjid, maka ia harus kembali membaca niat apabila ingin melanjutkan i’tikafnya. Tak hanya itu, beberapa hal, seperti haid, nifas, mabuk, mengeluarkan air mani, berhubungan suami istri, hingga murtad juga dapat membatalkan i’tikaf yang dilakukan.
Tata cara i'tikaf yang benar untuk dapat malam Lailatul Qadar sudah cukup jelas bukan? Selamat beribadah di malam-malam terakhir bulan Ramadhan.