Bersama Keta, terletak di sekitar Besuki atau wilayah Situbondo, orang-orang Sadeng terlibat konfrontasi dengan pasukan Majapahit pada 1331 Masehi. Gajah Mada punya peran dalam upaya memadamkan perlawanan ini.
Sementara tari Perang Sadeng digagas oleh Ketua Bumdes Grenden M Solikin sejak 2020 lalu. Karya seni tari ini menceritakan hancurnya kerajaan Sadeng setelah diserbu pasukan Majapahit. Kerajaan Sadeng kalah akibat gempuran pasukan yang dipimpin Maha Patih Gajah Mada.
“Kami juga ingin menunjukkan peradaban asli Wong Sadeng dengan suku yang ada. Seperti Jawa, Madura, Mandar, dan Osing. Selama ini mereka hidup bersama di selatan Sadeng Puger yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman potensinya,” pungkas Heru.