Tantang Sunan Bonang Berdebat, Brahmana India Ini Justru Minta Dijadikan Murid

Avirista Midaada
Makam Sunan Bonang di Kabupaten Tuban, Jatim. (Foto: repro. tubankab.go.id)

Saat itu ditanya sang brahmana ini menjawab hendak bertemu dengan Sunan Bonang. Dia menyampaikan maksud hendak berdebat dengan Sunan Bonang, tapi sayang buku-buku yang dibawanya hendak dijadikan materi justru hilang ditelan ombak. 

Mendengar keterangan sang brahmana, Sunan Bonang pun langsung mencabut tongkat yang tertancap di tanah. Seketika itu juga tiba-tiba dari lubang tempat menancapnya tongkat itu keluar air dan memancarkan sangat deras. Lebih terkejut lagi brahmana itu bahwa buku-bukunya yang sempat hilang ditelan lautan muncul dan terbawa air. 

Tapi anehnya buku-buku itu masih utuh dan tidak rusak, bahkan buku itu konon tampak tidak basah oleh air laut. Orang yang berjubah putih itu lalu mengatakan ke sang brahmana, "Bukankah ini buku-buku yang engkau maksudkan itu?" 

Konon lubang itulah yang hingga kini masih dimanfaatkan penduduk sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Lubang itu memancarkan air tawar ini disebut Sungai Brumbung, sumber air tawar ini letaknya berada di sebelah barat Pelabuhan Tuban disebut Boom. 

Melihat kejadian itu sang brahmana baru sadar pria berjubah putih yang ada di hadapannya yakni Sunan Bonang, yang ia cari. Saat itu juga sang brahmana yang awalnya hendak berdebat dan menantang Sunan Bonang mengakui kehebatan Sunan Bonang. 

Seketika itu pula ia berjongkok di hadapan Sunan Bonang meminta maaf atas kelancangannya. Tak cuma itu saja, sang brahmana itu langsung meminta secara langsung agar ia diterima menjadi murid Sunan.  

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kisah Sunan Bonang, Maestro Dakwah Islam Lewat Gamelan dan Puisi Mistikal

57 tahun lalu

Sumpah Pocong Dalam Islam, Begini Hukumnya Menurut Ulama

57 tahun lalu

MUI Jabar Soroti Sumpah Pocong Saka Tatal Mantan Terpidana Kasus Vina

57 tahun lalu

Menag Gus Yaqut Resmikan STAHN Jawa Dwipa dan Luncurkan Kitab Suci Agama Hindu

57 tahun lalu

Kisah Raden Patah Raja Demak Pertama dan Warisannya Kitab Salokantara tentang Aturan Hukum

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal