Tangis Pecah saat Jenazah Santri Korban Pengeroyokan Tiba di Rumah Duka: Dia Anak Baik

Taufik Syahrawi
Susasa sedih saat kedatangan jenazah santri di rumah duka. (Taufik Syahrawi).

BANGKALAN, iNews.id - Tangis sedih mewarnai kedatangan jenazah santri, korban pengeroyokan senior di Bangkalan. Tangis sang ayah bahkan langsung pecah, begitu mobil ambulans yang membawa jenazah tiba di rumah duka Desa Buluk Agung Kecamatan Klampis, Bangkalan, Kamis (9/3/2023). 

Sementara, sejumlah kerabat terlihat syok. Apalagi, saat melihat sejumlah luka lebam di beberapa bagian tubuhnya. 

Ya, Badrut Tamam, santri muda berusia 16 tahun ini meninggal dunia setelah dianiaya oleh sejumlah santri seniornya. Korban dikeroyok beberapa santri senior di salah satu ruangan Pondok Pesantren di Desa Campor, hingga meregang nyawa. 

Di mata keluarganya, korban dikenal sebagai anak baik. Karena itu, mereka tak percaya saat muncul tudingan bahwa korban dianiaya karena mengambil barang milik santri lain.

"Dia anak baik. Di rumah, kalau ada makanan di meja atau kulkas yang itu bukan miliknya, dia selalu tanya, punya siapa," kata ayah korban Mohnasip sambil meneteskan air mata.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran 3 Santri di Ponpes Lombok Tengah, 1 Korban Tewas

57 tahun lalu

Tak Bisa Berenang, Santri di Banjarnegara Hilang Terseret Arus Sungai Serayu

57 tahun lalu

Bidik Basis Santri Jawa Timur, Perindo Resmi Lantik Cak Jaz sebagai Ketua DPW

57 tahun lalu

Santri Ponpes di Pelalawan Kritis Dianiaya Kakak Kelas, Diduga Perkara Nonton Film di HP

57 tahun lalu

Ngeri! Kades di Lumajang Dibacok 10 Orang dalam Rumah saat Terima Tamu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal