“Katanya udah dites, udah enggak virgin. Tapi itu sebenarnya tidak ada tes, belum ada tes. Saya ga bisa belain diri saya,” kata Shalfa Avrila Sania.
Hingga kini, Shalfa merasa terpukul dan malu, meskipun hasil tes di Rumah Sakit Bhayangkara tidak membenarkan isu tersebut. Dia juga merasa malu untuk kembali bersekolah gara-gara isu keperawanan tersebut. “Saya malu mau sekolah, kayak putus asa gitu,” ujarnya
Sementara itu, rencana pertemuan keluarga atlet dengan pihak Pemerintah Kota Kediri batal karena pihak pemerintah kota ada kegiatan lainnya.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebelumnya buka suara terkait kabar pemulangan atlet senam asal Kediri, Shalfa Avrila Siani dari Pelatnas Indonesia. Menurut laporan sementara, Shalfa dicoret bukan karena status keperawanan, melainkan penampilannya yang tidak sesuai dengan harapan.
“Tidak betul ada pemulangan paksa oleh pelatih Persani (Persatuan Senam Seluruh Indonesia). Yang benar, atlet tersebut indisipliner dan kurang fokus, jadi berdampak pada prestasinya yang menurun, sehingga diputuskan tidak disertakan di SEA Games 2019. Dia digantikan oleh atlet lain yang peringkatnya jauh lebih tinggi,” kata Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, Jumat (29/11/2019).