Salah seorang jemaah, Eric Setiawan mengaku, wabah corona memang sempat membuat dirinya was-was. Meski begitu, dirinya tetap menjalankan salat Tarawih seperti biasa.
“Sebenarnya takut juga. Tetapi ya bagaimana lagi. Terpenting hati-hati dan waspada saja,” katanya.
Eric mengaku setiap Ramadan dia selalu ikut salat Tarawih kilat di pondok tersebut. Selain dekat dengan tempat tinggal, dia juga merasa nyaman.
Diketahui, salat Tarawih kilat ini menjadi tradisi di Pondok Pesantren Mambaul Hikam sejak puluhan tahun lalu. Seluruh rekaat salat tarawih dan witir (23 rakaat) dikerjakan dalam waktu hanya 10 menit. Meski kilat, namun, salat Tarawih di pesantren ini tidak mengurangi syarat dan rukun salat.
Setiap tahun, jemaah dari berbagai daerah datang untuk salat di antaranya adalah Kediri dan Tulungagung. Banyaknya jemaah yang datang, selalu membuat masjid di komplek pesantren yang berdiri sejak 1900 ini penuh.