Tak Terpengaruh Corona, Salat Tarawih Kilat di Blitar Tetap Dipadati Jemaah

Ihya Ulumuddin
Robby Ridwan
Salat Tarawih Kilat di Pondok Pesantren Mambaul Hikam. (Foto: iNews/Asfi Manar)

Salah seorang jemaah, Eric Setiawan mengaku, wabah corona memang sempat membuat dirinya was-was. Meski begitu, dirinya tetap menjalankan salat Tarawih seperti biasa.

“Sebenarnya takut juga. Tetapi ya bagaimana lagi. Terpenting hati-hati dan waspada saja,” katanya.

Eric mengaku setiap Ramadan dia selalu ikut salat Tarawih kilat di pondok tersebut. Selain dekat dengan tempat tinggal, dia juga merasa nyaman.

Diketahui, salat Tarawih kilat ini menjadi tradisi di Pondok Pesantren Mambaul Hikam sejak puluhan tahun lalu. Seluruh rekaat salat tarawih dan witir (23 rakaat) dikerjakan dalam waktu hanya 10 menit. Meski kilat, namun, salat Tarawih di pesantren ini tidak mengurangi syarat dan rukun salat.

Setiap tahun, jemaah dari berbagai daerah datang untuk salat di antaranya adalah Kediri dan Tulungagung. Banyaknya jemaah yang datang, selalu membuat masjid di komplek pesantren yang berdiri sejak 1900 ini penuh.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Heboh! Dugaan Jual Beli Sel Mewah Lapas Blitar Rp100 Juta, Penasaran Apa Saja Fasilitasnya?

57 tahun lalu

4 Orang Sekeluarga asal Blitar Tewas Kecelakaan di Probolinggo, Dimakamkan 1 Liang Lahat

57 tahun lalu

Atap Masjid di Maros Ambruk Diterjang Angin Kencang, Jemaah Tak Bisa Tarawih

57 tahun lalu

Tarawih Terganggu dengan Musik, Sejumlah Pemuda Datangi Kafe Remang-Remang di Pelalawan

57 tahun lalu

Salat Tarawih Super Cepat di Ponpes Al-Quraniyah Indramayu, 23 Rakaat Hanya 6 Menit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal