Selama di rumah sakit, Dwi dirawat dan diisolasi layaknya pasien Covid-19. Bahkan, Dwi juga sempat di tes swab hingga dua kali, tetapi, dua kali pula hasilnya negatif. Karena itu, Dwi pun kembali dipulangkan.
Namun, setiba di rumah, kondisi kesehatan Dwi Hartini justru memburuk. Bahkan, tubuhnya lemas, tidak bisa berjalan. Ironisnya, Satgas Covid-19 tidak segera turun tangan dan melakukan perawatan lanjutan.
Kondisi inilah yang membuat keluarga dan warga marah. Mereka menduga ada yang tidak beres selama Dwi menjalani karantina. “Karena itu, hari ini kami datang ke sini untuk meminta pertanggungjawaban,” kata perwakilan massa, Ridwan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Sampung, Suprijanto mengaku tidak bisa berbuat banyak atas protes warga tersebut. Alasannya, belum ada petunjuk apa pun dari Dinas Kesehatan atas persoalan tersebut.
Kecewa dengan jawaban tersebut, puluhan warga akhirnya membubarkan diri. Namun, mereka mengancam akan datang lagi untuk menuntut pihak puskesmas maupun Dinas Kesehatan Ponorogo.