Sungai Bengawan Solo Meluap, Ratusan Hektare Padi Terendam Banjir

Dedi Mahdi
Sawah terendam akibat luapan Sungai bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur. (Foto: iNews/Dedi Mahdi)

BOJONEGORO, iNews.id - Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir membuat Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, JawaTimur meluap. Meski belum menggenangi rumah warga, namun banjir mulai merendam ratusan hektare areal persawahan. Para petani pun terancam gagal panen.

Para petani di Desa Lebaksari, Kecamatan Baurno, Kabupaten Bojonegoro, digelayuti resah. Bagaimana tidak, tanaman padi milik mereka yang masih berusia satu bulan, hingga saat ini masih terendam banjir luapan Sungai Bengawan Solo, Senin (8/1/2018).

Setidaknya ada ratusan hektare tanaman padi di wilayah Kecamatan Baurno yang terendam banjir. Para petani mengaku hanya bisa pasrah, lantaran tidak bisa berbuat banyak menghadapi banjir luapan ini. Mereka pun terancam gagal panen pada musim tanam kali ini.

Kondisi ini diprediksi membuat petani mengalami kerugian hingga jutaan rupiah tiap hektarenya. Kerugian yang dialami petani ini akibat biaya yang terlanjur dikeluarkan, saat proses masa tanam, pemupukan, termasuk perawatan.

Fadholi, salah seorang petani asal Desa Lebaksari mengatakan, banjir yang merendam sawah miliknya membuat tanaman padi yang ditanamnya sudah dipastikan tidak bisa dipanen.
“Padi kami puso karena terendam air sejak dua hari lalu. Jika seperti ini sudah bisa dipastikan tidak akan panen. Ruginya banyak ini. Satu hektare saja bisa jutaan rupiah,” ucapnya

Selain merendam tanaman padi. Banjir juga mulai mendekati kawasan permukiman warga. Genangan air setinggi setengah meter mulai merendam halaman dan pelataran rumah yang berada di sekitar bantaran sungai.

Sementara itu, hingga Senin pagi, tinggi muka air Sungai Bengawan Solo masih berada pada level siaga satu, atau siaga hijau bencana banjir. Di tiang ukur, ketinggian air di Utara Pasar Kota Bojonegoro masih menyentuh angka lebih dari 13 meter di atas permukaan laut.

Selain akibat tingginya curah hujan di kawasan setempat, meningkatnya debit air sungai juga diperparah dengan datangnya air kiriman dari wilayah hulu sungai terpanjang di Pulau Jawa ini. Jika hujan tidak mereda dalam waktu dekat, banjir diperkirakan akan semakin parah hingga menggenangi rumah warga yang ada di sekitar bantaran sungai.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Guncang Jember Jatim, Tidak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Heboh Sapi Kurban Mengamuk di Lamongan, Nyaris Masuk Salon Kecantikan

57 tahun lalu

Pengakuan Kades di Jombang soal Koperasi Desa Belum Buka meski Sudah Diresmikan Presiden

57 tahun lalu

Penampakan Pocong Viral yang Teror Warga Jember, Ternyata Hoaks Hasil AI

57 tahun lalu

Gempa Bumi Hari Ini Guncang Malang Jatim, Cek Kekuatan Magnitudonya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal