Bagi Gus Mus, mencari pengganti Gus Sholah untuk Tebuireng tentu sangat mudah. Namun, bila untuk bangsa Indonesia, tentu sesuatu yang sulit. Ini karena sosok Gus Sholah yang begitu ikhlas dan tulus dalam memperjuangkan persatuan bangsa.
Gus Mus mengatakan, Gus Sholah merupakan sosok yang sangat mendambakan persatuan di negeri ini terus terjaga. Harapannya itu, tidak hanya dipidatokan, tetapi juga dilaksanakan. Salah satunya diwujudkan dengan tidak henti-hentinya menggelar silaturahmi dengan semua kalangan di negeri ini.
“Beliau silaturahmi ke mana-mana untuk kepentingan bukan hanya ukhuwah Islamiah, bukan hanya ukhuwah wathoniah, tapi juga ukhuwah insaniah dan basariah,” katanya.
Karena itu, Gus Mus mengaku sangat kehilangan atas kepergian Gus Sholah. Rasa kehilangan itu memang terlihat jelas di wajahnya. Saat Gus Mus diminta membacakan doa pada prosesi pemakaman siang tadi, suara Gus Mus mendadak parau menahan tangis di tengah doa. Suasana itu pun membuat ribuan pelayat larut dalam sedih dan ikut meneteskan air mata.
Pantauan iNews.id, selain Gus Mus, sejumlah tokoh nasional juga jadir pada prosesi pemakaman Gus Sholah. Di antaranya Ketua PP Muhammadiyah Haidar Natsir, Menko Polhukam Mahfud MD, dan Gubernur DKI Anis Baswedan, serta sejumlah tokoh lain.