Wakil Gubernur Emil Elistianto Dardak menyebut antrean panjang plasma konvalesen tidak hanya di Surabaya. "Di Sidoarjo pada Senin kemarin, antrean tercatat 251 permintaan, plasma konvalesen yang dibutuhkan juga kosong. Jadi begitu banyak pasien yang membutuhkan," katanya.
Karenanya nenurut Emil, sosialisasi pentingnya donor plasma bagi penderita Covid-19 menjadi sangat penting. Pihaknya berharap, para penyintas Covid-19 terpanggil, sehingga mendonorkan plasmanya.
Emil mengakui mencari pendonor plasma konvalesen memang cukup sulit. Sebab, pendonor yang lolos harus memenuhi kriteria persyaratan. Dari pendonor yang memenuhi kriteria tidak semua bisa lolos screening. "Dari 100 pendonor, tingkat kelulusan hanya sekitar 10 persen saja," ujarnya.
Dari sekian banyak tahapan melalui screening, kata Emil ada salah satu syarat yang sulit dicapai, yakni mengukur titer.
"Kandungan imun dampak Covid-19 yang ada dalam tubuh seorang penyintas, batas minimalnya 1 banding 160. Kalau lebih dari itu, maka penyintas memenuhi kriteria sebagai pendonor plasma konvalesen," katanya.