"Saya sempat diam selama beberapa hari, terus tanya Azzam, 'Zam, ini ada audisi, mau apa enggak?’ Dia diam saja, berarti mau," ungkapnya.
"Pulang dari langgar (mushola) jam setengah 10 malam, akhirnya dia mau take video. Ya sudah tenang, enggak pakai latihan. Dia bilangnya gini, 'Ibu, ikut audisi bukan soal menang atau kalah, tapi diniatkan minta ridha sama Allah dan supaya dikasih syafaat baginda Rasulullah'," bebernya.
Hingga akhirnya Azzam Nur Mu'jizat terpilih menjadi pelantun sholawat asyghil di acara puncak 1 Abad NU dan disaksikan langsung Presiden Jokowi.
Sholihati menuturkan, keluarga sempat berniat melakukan operasi mata untuk Azzam. Akan tetapi akhirnya dibatalkan karena terlalu berisiko.
“Dari dokter itu bilang ada kemungkinan dioperasi, tapi dampaknya buruk sama anaknya karena Azzam kan, tidak punya kelopak. Nanti kalau dioperasi dan terbuka, nanti tidak bisa kedip, tidak bisa tertutup. Jadi, keluarga memutuskan untuk begini saja,” ujarnya. Dalam mempelajari Alquran, lanjut Sholihati, Azzam mengaji dengan metode Iqra braille. “Azzam mulai ngaji Iqro braille, sekarang halaman 30. Halamannya kan ada 72, habis itu khatam langsung ke Al-Qur’an,” katanya.