Khusus di Surabaya, DPP PDIP akan mendengarkan masukan dari wali kota Surabaya yang juga Ketua DPP PDIP Tri Rismaharini. Namun keputusan akhirnya sesuai kongres ada di tangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
"Dari situlah kami tahu apa yang menjadi impian dari rakyat terhadap sosok pemimpin untuk kota Surabaya yang akan menggantikan Ibu Risma yang telah menjabat dua periode," ucap Hasto.
Menurutnya, calon yang akan diusung PDIP merupakan perpaduan antara kader internal dan non kader di Pilwalkot Surabaya.
"Yang pasti adalah perpaduan antara internal-eksternal atau eksternal-internal. Itu yang sudah kami sudah lakukan dan keputusan sudah diambil dan tinggal menunggu moentum tepat untuk hal tersebut," ucapnya.
Pilwakot Surabaya rencanannya akan diumumkan pada Pengumuman Cakada PDIP gelombang ke-IV. Sejumlah nama tengah digodok di DPP PDIP, yang menguat kini adalah wakil walikota Whisnu Sakti Buana yang juga kader PDIP.