Setahun Tragedi Kanjuruhan, Keluarga Korban Masih Trauma hingga Takut Nyalakan TV

Avirista Midaada
Siti Mardiyah menunjukkan foto anaknya yang menjadi korban Tragedi Kanjuruhan. (Avirista Midaada).

"Kemana-mana pun selalu sama anak perempuan, cerita apa juga sama anak perempuan, begitu tiba-tiba ada ya sudah, berubah total," ucapnya.

Bahkan karena masih merasa trauma, pengakuannya dia tak pernah lagi melihat televisi (TV) di rumahnya. Dia khawatir berita dan informasi mengenai tragedi Kanjuruhan muncul kembali diingatannya. Kini televisi itu disebutnya, hanya dibiarkan mati di ruangan rumahnya.

"Ini (televisi) enggak pernah saya setel, takutnya ada berita-berita, nggak disetel mulai seteleh kejadian itu, trauma, takut," katanya.

Ia bahkan masih takut ke Stadion Kanjuruhan, untuk melakukan doa bersama. Sebab ketika ia ditemani kakak korban ke stadion, ingatan kengeriannya kembali muncul. Ia membayangkan bagaimana kondisi anaknya ketika di dalam stadion, yang membuat air matanya tak bisa berhenti menangisi kepergian Mitha.

"Nggak bisa ngomong. Kalau saya nangis, makanya kita nggak mau membayangkan, cuma ada grup, kalau nggak ngikut disalahkan, kalau ikut keringat terus ya opo itu," katanya. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Kembali Ditemukan, Jumlah Korban Tewas Longsor Banjarnegara 12 Orang 16 Belum Ditemukan

57 tahun lalu

12 Korban Longsor Cilacap Belum Ditemukan, Pencarian Dilanjutkan Minggu Pagi

57 tahun lalu

Update Korban Longsor di Cilacap, 11 Orang Ditemukan 12 Hilang

57 tahun lalu

Korban Tewas Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Blora Bertambah Jadi 4 Orang

57 tahun lalu

Ledakan Dahsyat di Pasuruan, Kondisi Pemilik Rumah Mengenaskan Tangan Nyaris Putus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal