Kepala Puskesmas Babat Sri Murni membenarkan jika saat ini ada 15 pasien yang masih terbaring lemas di Puskesmas Babat karena keracunan makanan. Sebanyak 10 di antaranya berusia dewasa dan lima lagi anak-anak.
"Kini kondisinya sudah membaik. Pasien ini datang dengan keluhan muntah, mual-mual, pusing, dan mencret usai menyantap soto dan es mentimun,” katanya.
Untuk mengetahui penyebab pasti gejala keracunan yang dialami warga Kelurahan Babat ini, pihak puskesmas sudah mengirim sampel makanan dan minuman yang dikonsumsi warga ke laboratorium. Hasilnya baru akan diketahui dalam beberapa hari ke depan.
Dia menembahkan, para warga korban keracunan saat ini masih akan dirawat hingga pulih. Mereka baru akan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah kondisinya benar-benar membaik.