Sebab, menurutnya, para pemimpin perguruan bela diri dan pencak silat berperan penting dalam menjaga kerukunan dan kedamaian antar anggotanya.
“Sehingga sekarang bagaimana para pemimpinnya bisa memberikan pemahaman bagi yang di bawah. Yang bawah ini, kalau yang ngomong yang punya perguruan kan bisa nurut,” ujarnya.
Karenanya, ia menyatakan tidak ada kelompok gangster seperti yang disebut-sebut masyarakat di Surabaya. Sebab, para pemuda dari perguruan bela diri maupun pencak silat tersebut tengah ditindaklanjuti oleh Polrestabes Kota Surabaya.
“Ini masih ditindaklanjuti sama Pak Kapolres, karena kemarin perguruan ini juga ada yang lewat WhatsApp untuk (koordinasi) kumpulnya. Kenapa kita bisa tahu dari perguruan? karena dari kepolisian, ada buktinya dari perguruan. Tugas Kita adalah bagaimana menyatukan perguruan untuk menjaga Kota Surabaya,” katanya.