Spesies manusia purba ini ditemukan di beberapa situs, antara lain situs Ngandong, Sambungmacan, dan Sangiran di Jawa Tengah antara tahun 1931 hingga 1934. Spesies ini dicirikan oleh ukuran otaknya yang besar dan pada awalnya digolongkan sebagai subspesies Homo erectus.
Nenek moyang manusia ini ditemukan di Wajak, Jawa Timur, pada tahun 1889 oleh dokter dan ahli anatomi Belanda Eugène Dubois. Spesies ini dikenal karena kapasitas tengkoraknya yang kecil dan awalnya diklasifikasikan sebagai subspesies dari Homo erectus.
Spesies manusia yang telah punah ini ditemukan di Mojokerto, Jawa Timur, pada tahun 1936 oleh ahli paleontologi Ralph von Koenigswald. Spesies ini dikenal karena ukuran otaknya yang besar dan awalnya diklasifikasikan sebagai subspesies dari Homo erectus.
Zaman ketika manusia purba hidup adalah masa ketika manusia hidup bergantung pada alam. Ada beberapa pola kehidupan masa purba, antara lain:
Pada masa ini, manusia hidup dalam kelompok kecil atau hidup sendiri, tidak memiliki tempat tinggal tetap, dan mengumpulkan makanan berupa umbi-umbian. Untuk berburu hewan, manusia menggunakan kapak genggam.