MALANG, iNews.id – Pelaku perampokan dan pembunuhan nenek Siti Khodijah (90) di Desa Putat Lor, Kecamatan Gondang Legi, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), ternyata sudah berniat melakukan aksi kejinya. Untuk memuluskan rencana, sebelum membunuh sang nenek, pelaku Mohammad Rizal Arif Santoso, lebih dulu menganiaya pembantu neneknya dan putrinya yang juga tinggal di rumah itu.
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Setiawan Ujung memaparkan, sebelum melakukan aksinya, pelaku sudah tidur-tiduran di rumah neneknya Rabu sore (18/4/2018). Dia kemudian kembali ke rumah ibunya. Sekitar jam 20.00 WIB, pelaku kembali ke rumah neneknya untuk menjalankan rencananya.
“Memang dia sudah niat. Dia balik lagi ke TKP dengan alasan kacamatanya ketinggalan. Kemudian setelah masuk, dia langsung menganiaya pembantu neneknya dulu yang pertama, Mba Asih, kemudian anaknya juga dianiaya sampai keduanya tidak sadarkan diri,” kata AKBP Yade saat pemaparan di Mapolres Malang, Rabu (25/4/2018).
Setelah memastikan kedua korban tidak sadarkan diri, pelaku kemudian masuk ke kamar neneknya Siti Khodijah, lalu menganiayanya hingga tewas. Pelaku langsung mengambil tiga cincin neneknya dan satu gelang emas. Setelah itu, pelaku meninggalkan neneknya yang sudah terkapar.
“Kebetulan di rumah itu hanya tinggal bertiga. Menurut keterangan pelaku, dia menganiaya neneknya dan dua korban lainnya pakai tangan kosong. Tiga cincin neneknya dan satu gelang emas yang dia rampok beratnya sekitar 50 gram,” paparnya.