“Marilah peristiwa kelam itu kita sadari bersama sebagai bagian dari perjalanan bangsa yang kita cintai ini. Kita rajut kembali rasa Bhinneka Tunggal Ika. Mari bergandengan tangan, saling menguatkan. Fokus bersama-sama bersatu memajukan negeri yang sangat kita cintai ini,” katanya.
Tujuannya, agar generasi ke depan tidak terbebani sejarah kelam. Karena itu, GM FKPPI lantang menggelorakan persatuan, kebhinekaaan, serta menyerukan pentingnya menjaga NKRI. “Mengokohkan Pancasila dan NKRI itu bagian penting komitmen nasional,” uajrnya.
Agoes mengatakan, para pejuang bangsa banyak melakukan introspeksi atas segala peristiwa laten yang mengancam keutuhan NKRI. Harapannya, kelak agar tidak muncul kembali.
Karena itu, para pendiri bangsa membentengi dengan melahirkan beberapa ketetapan konstitusi. Beberapa di antaranya Ketetapan MPRS No XXV/ MPRS/1966 Tahun 1966 dan Undang Undang Nomor 24 tahun 2003, termasuk sekarang dibahas RUU BPIP sebagai upaya untuk mengokohkan Pancasila.
“Sudah selesai urusan sejarah. Sekali lagi, kini tugas kita membentengi Pancasila dan UUD 1945. Kita lindungi Indonesia yang hebat ini. Karena para pendiri bangsa ini mampu mempersatukan beragam perbedaan, mulai ras, suku, agama dan berbagai keyakinan dan pandangan,” katanya.