Machfud mengatakan, kekalahan Jokowi-Ma’ruf di empat wilayah tersebut karena memang keempatnya basis Prabowo-Sandi. Di luar itu, masyarakat di empat wilayah tersebut juga diduga termakan hoax atau berita bohong yang menyudutkan Jokowi-Ma’ruf.
“Madura contohnya. Di sana basis Prabowo. Tetapi, secara umum, selisih di Madura angkanya tidak lagi setinggi pada 2014 lalu. Saat itu, Pak Prabowo menang rata-rata 70 persen. Tahun ini selisihnya lebih tipis,” katanya.
Tak hanya itu, jumlah daerah yang kalah di Jatim menurutnya juga berkurang drastis dibanding Pilpres 2014. Saat itu, tercatat 14 daerah yang kalah. “Ini bukti bahwa masyarakat Jawa Timur sudah merasakan dan memanfaatkan program pembangunan Jokowi,” katanya.