Tak hanya itu, di Bojonegoro jumlah pasangan yang menikah di malam songo lebih banyak lagi. Setidaknya ada 642 pasangan menjalani pernikahan di momen tersebut.
Kecamatan di wilayah timur Bojonegoro jadi yang paling banyak. Di Kecamatan Baureno dan Kedungadem misalnya, terdapat 62 pasangan yang menikah.
Sementara Kecamatan Kanor terdapat 61 pasangan yang menikah, menempati urutan ketiga, disusul Kepohbaru dengan 60 pasangan.
"Memang ada 642 pasangan yang nikah di malam 29 Ramadan. Terbanyak di wilayah timur seperti Kecamatan Baureno, Sumberrejo hingga Kedungadem," kata Plt Kasi Bimbingan Masyarakat (Binmas) Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, Mukhlisin Mufa.
Biasanya pernikahan dilakukan mulai tiga hari sebelum Hari Raya Idul Fitri, terutama di malam-malam ganjil, mulai hari Sabtu hingga Senin (1/6/2019).
Bagi sebagian masyarakat, pernikahan malam songo Ramadan dianggap sebagai sesuatu yang sakral dan baik.
Selain karena malam-malam ganjil merupakan malam afdol di akhir Ramadan, juga dianggap sebagai ajang berkumpulnya sanak famili lantaran telah memasuki libur dan cuti Idul Fitri.