Meski begitu, pihaknya berharap tidak ada persoalan terkait perbedaan waktu Idul Adha tersebut. Dia ingin semua umat islam saling menghargai, sehingga tercipta kedamaian.
“Beda tidak masalah. Tepenting menjaga kerukunan antarumat beragama agar hidup damai,” katanya.
Sebelumnya, jemaah Thoriqoh Shidiqityah di Ploso Jombang juga berbeda dengan pemerintah terkait penetapan Idul Adha. Namun, jamaah yang berpusat di Ploso Jombang ini hanya mundur sehari daripada Islam Aboge.