Ramadhan Tinggal 10 Hari, Perajin Rebana di Malang Masih Banjir Pesanan

Avirista Midaada
Perajin rebana Arief Priyadi tengah menyelesaikan pesanan. (Avirista Midaada).

Selain pembuatan rebana dan bedug baru, Arief juga mengaku banyak menerima servis atau pemeliharaan rebana yang rusak. Servis itu biasanya dipatok dengan tarif beragam tergantung tingkat kerusakannya.

"Tahun ini juga banyak melayani servis, ya hampir imbang servisnya sama pengerjaan barunya. Kalau untuk bedug yang paling sering servis, kalau buat baru jarang. Kalau servis biasanya kita lihat dulu (kerusakannya apa), (kalau) otomatis ganti kulit disetel lagi suaranya, kalau suaranya kendor dikencangkan lagi, ganti kulit," katanya.

Kini di tengah banyaknya pesanan rebana yang datang, tantangan Arief yakni susahnya mencari stok kayu berkualitas. Biasanya ia menggunakan kayu nangka untuk membuat produk rebana berkualitas, tetapi karena memperoleh kayu nangka sulit dan harganya mahal, ia terpaksa menyiasatinya dengan kayu mahoni.

"Kalau untuk bunyinya (kayu) nangka sebenarnya yang bagus, dari pada mahoni. Tapi kayu nangka sulit, yang lagi ramai pakai kayu mahoni, biasanya dapat dari Jepara dan Kudus," ujarnya. 

Sementara untuk bahan baku lain seperti kulit, ia mengaku tak ada kendala. Dirinya telah memiliki suplier terpercaya kulit sapi dari wilayah Blitar, Probolinggo, Jombang, hingga Salatiga. 

Kini ia berharap agar bahan baku kayu utama produksi rebananya mudah didapat dengan harga yang terjangkau. Hal ini agar mengurangi beban ongkos produksi. 

"Ya harapannya bahan baku mudah, produksi lancar, dan pemesanan datang terus. Apalagi ini Covid kan sudah reda, ini saja naik 30 persen, dibanding ketika Covid itu," katanya. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Penampilan Remaja MTs Diledek, Ternyata Pakaian Lebaran Hadiah Ibu Sebelum Meninggal

57 tahun lalu

Arus Mudik dan Balik Lebaran di Jatim Naik 18 Persen, Hampir 2 Juta Kendaraan Melintas

57 tahun lalu

ART di Metro Lampung Nekat Curi Berlian Majikan Senilai Rp30 Juta untuk Lebaran

57 tahun lalu

Kronologi 2 Pria di Brebes Ditemukan Tewas Membusuk di Atap Masjid, Diduga Tersengat Listrik

57 tahun lalu

Arus Balik lebaran di Lingkar Gentong Tasikmalaya Ramai Lancar di Hari Pertama Kerja

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal